Social Icons

Pages

Selasa, 06 November 2012

Korupsi dan Indonesia, Musuh atau Sahabat ?


Korupsi seakan menjadi tradisi di Tanah Air ini, inilah yang kita temukan di kehidupan kita sehari-hari tanpa memandang status sosial, usia, dan ekonomi. Seakan menutup mata, sebagian besar dari masyarakat Indonesia menganggap korupsi bukanlah merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan.
Benar, kebiasaan yang telah diwariskan turun temurun dari nenek moyang kita yang dianggap sebagai “Uang Kopi” untuk melancarkan sebuah transaksi. Dan inilah yang perlu kita sadari, karena ini merupakan akar dari sebuah KORUPSI.
Sebelum membahas lebih dalam tentang korupsi, mari kita simak sebaris makna dari korupsi yang saya ambil dari wikipedia.

Arsitektur Bangunan di Provinsi Riau Dulu dan Sekarang

 


  
A.                A. Perkembangan arsitektur bangunan di riau
Riau memiliki potensi besar di bidang arsitektur. Sejak zaman dahulu gayaarsitektur bangunan di Riau kuat dipengaruhi oleh corak Hindu-Budha. Corak Hindu-Budda ini terdapat pada bangunan bersejarah yang berupa candi, yang dikenal dengannama Candi Muara Takus. Perkembangan selanjutnya, dengan adanya kerajaan Melayuseperti Siak yang bangunannya dipengaruhi oleh arsitektur Timur Tengah dan Eropa.Contohnya adalah Istana Siak. Gaya arsitektur di Bumi Lancang Kuning ini lebih berwarna lagi dengan adanya kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di seluruh aliranSungai yang ada di daratan Riau (Sungai Rokan, Siak, Kuantan dan Indragiri).Sesuai dengan perkembangan teknologi kini, bangunan yang ada di Riau punberkembang. Gaya, arsitektur lama yang sarat dengan nilai-nilai budaya berpadu dengancanggihnya teknologi sehingga menghasilkan bangunan-bangunan dengan arsitekturmodern serta berdiri dengan megah. Beberapa bangunan yang megah itu antara lainadalah Masjid Agung Annur Riau dan Pustaka Wilayah Riau, Soeman HS.

B.                 B.Arsitektur Bangunan Bersejarah di Riau
1.                  1. Rumah adat daerah riau
Secara umum ada 5 jenis rumah adat Melayu Riau:
·      Balai Salaso Jatuh
·      Rumah Adar Salas Jatuh Kembar
·      Rumah Melayu Atap Limas
·      Rumah Melayu Lipat Kajang, dan
·      Rumah melayu Atap Lontik
Bentuk rumah tradisional Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri di atas tiang dengan bangunan persegi panjang. Dari beberapa bentuk rumah, semuanya hampir sama. Kecuali rumah lontik yang mendapat pengaruh Minang.
Balai salaso jatuh adalah bangunan seperti rumah adat tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat. Sesuai dengan fungsinya bangunan ini mempunyai macam-macam nama antara lain: Balairung Sari, Balai Penibatan, Balai Kerapatan dan lain-lain. Bangunan tersebu kini tidak ada lagi, di desa-desa tempat musyawarah dilakukan di rumah penghulu, sedangkan yang menyangkut keagamaan dilakukan di masjid.

Antara RamaWijaya dan Dahlan Iskan

               

Dongeng Ramayana pada dasarnya menceritakan tentang kisah percintaan antara Raden Rama Wijaya dengan seorang puteri raja yang bernama Dewi Shinta. Dikisahkan sebuah negeri bernama Mantili, tinggallah seorang puteri cantik bernama Dewi Shinta. Sang raja bernama Prabu Janaka suatu hari mengadakan sayembara untuk mendapatkan pangeran bagi sang putri
Sayembara pun jatuh kepada Putera Mahkota Kerajaan Ayodya bernama Raden Rama Wijaya. Rama Wijaya mengalahkan pesaing utamanya yakni Raja Alengkadiraja yaitu Prabu Rahwana yang sedang kepada Dewi Shinta. Sebenarnya Rahwana menginginkan Dewi Shinta karena dianggap sebagai titisan Dewi Widowati.
Dikisahkan dalam sebuah perjalanan Rama dan Shinta serta Lesmana adiknya, mereka melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka. Ternyata Rahwana mengintai mereka untuk menculik Shinta dan membawanya ke istana untuk dijadikan istri. Rahwana mengubah hambanya bernama Marica menjadi seekor kijang kencana untuk memangcing Rama pergi memburu kijang tersebut.
Disaat yang sama, Lesmana pun menyusul karena Rama yang tak kunjung kembali. Alhasil Shinta menunggu di tengah hutan Dandaka. Rahwana pun dengan mudah menculik Shinta dan membawanya ke Istana. Sebelumnya, Rahwana pun menghadapi seekor burung garuda bernama Jatayu yang merupakan teman baik Jatayu.